Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Mewujudkan tujuan atau cita-cita kami

Kami tadi malam bercerita, belajar memflashback tentang masa kecil kami, biasanya zaman kecil kami sering bilang berubah-rubah dan yang dimaksud kami yaitu cita-cita yang berkaitan dengan profesi dari pencapaian keilmuam tertentu misal bercita-cita sebagai kyai, guru, bisnisman dan sebagainya. Hal itu adalah cita-cita yang bersifat dhohir, jelas dan syara’ . Ketika kami menginjak fase ke dewasa, kami pun mulai untuk meneliti kembali apa-apa cita-cita yang akan kami wujudkan dan esensi dari cita-cita itu sendiri.

Bercita-cita itu adalah hal yang lumrah, namun jangan sebatas pada pencapaian cita-cita dhohir belaka, sebab kalau gidak ada penanaman ruhiah cita-cita sejak dini dikhawatirkan akan melahirkan sosok manusia egois, anti sosial, indivilualisme bahkan mengingkari adanya kekuasaan Tuhan yaitu Allah. Meraih berbagai profesi dengan standar normal, adalah buah dari ikhtiar dan ketekunan seseorang, namun bila setelah meraih apa yang ia cita-citakan kemudian ia mengesampingkan tugas-tugas kemanusiaan, sosial, kehambaan, maka berpeluang untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang.

Tutur guru kami, mewujudkan cita-cita seharusnya dijadikan sarana untuk mengarti-kulasikan jiwa kemusiaan, jiwa sosial, dan jiwa kehambaan, sehingga kami tidak terasingoleh diri kita sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agama kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post