Perjalanan terkadang membuat seseorang kehilangan akal sehat untuk bisa membuat tujuan yang di tuju terwujud. Akan teteapi dalam tujuan hanya ada dua pilihan yaitu baik dan buruk, seseorang seakan tidak sadar apa yang menjadi tujuan dalam perjalanan mereka, karena mereka seolah dilupakan oleh badai-badai yang datang, dan pada akhirnya mereka fokus terhadap berbagai badai yang datang dalam perjalanan mereka lalu lupa akan tujuannya.
Dalam perjalanan pasti banyak badai yang datang, akan tetapi kita perlu bijak dalam menyikapi berbagai badai yang datang sehingga tidak melupakan tujuan awal dari perjalanan yang dibuat, supaya menjadi suatu doea yang bisa kita panjatkan melalui tindakan yang nyata dalam kehidupan yang penuh sandiwara dan hal-hal yang palsu. Di dalam badai yang datang pasti di uji seberapa kokoh pendirian kita atas tujuan yang kita buat dalam perjalanan. Di dalam ujian yang diberikan pasti ada rasa yang membuat kita menyerah untuk bisa menghadapi ujian yang diberikan, dan disitu ada perang besar terjadi di dalam jiwa antara pendirian, keinginan, dan emosi.
Dalam peperangan pasti menimbulkan banyak kerugian di sisi materi, tenaga, atau bahkan fikiran. Akan tetapi jika kita mengalah dan membiarkan tujuan kita direbut oleh badai yang datang, suatu saat pasti ada penyesalan yang sangat mendalam yang kita rasakan, karena kita menyerah tanpa ada perlawanan. Menyerah sebelum berperang hanya untuk orang-orang lemah dan pengecut. Dalam berperang kita perlu mempunyai strategi khusus yang harus kita fikirkan sendiri tanpa orang lain tahu, karena yang tahu latar belakang dan kekuatan kita bukan orang lain tapi diri kita sendiri, orang lain hanya memberi saran dan komentar melalui mata kepala dan fikiran mereka.
Memang benar logika dalam dunia nyata memang perlu akan tetapi dalam sebuah tindakan jika kita selalu memikirkan tentang logika dan tidak percaya dengan kemampuan yang di beri tuhan kepada kita, strategi yang kita punya hanya akan menjadi angan-angan dan tulisan belaka. Disini intinya kita perlu menggabungkan sebuah logika dalam tindakan yang kita akan perbuat untuk kedepannya. Dalam berperang kita hanya di batasi untuk makan dan minum di waktu tertentu bukan dilarang. Ingat di batasi bukan di larang.
Jika kita mulai merasa lelah tentang berlari, ambil nafas sejenak lalu lanjut lagi agar tidak jatuh disaat garis finish sudah ada didepan sana
Ibnu Fais
3D_Group_61522