Orang- orang bijak dikenal karena prestasi-prestasi kebaikannnya yang diterima dan dirasakan orang lain. Mereka tidak ingin setiap kebaikannya di perdengarkan atau ditulis dimana-mana, bagi mereka ketenaran bukan hal yang penting, apa lagi menjadi tujuan. Tutur guru saya, orang-orang yang bijak biasanya bersembunyi dibalik batu keramaian.
Keterkenalan atau keramaian bisa menjadi candu bagi orang-orang yang belum siap dengan kondisi itu seperti anak SD merokok akhirnya candu kan otomatis belum pas dengan posisi itu. Karena keramaian itu adalah wadah, yang kadang kita terkecoh bahkan sampai tertipu karena sangking lezatnya.
Bila ketenaran menjadi keharusan dan krbutuhan diri, maka hal sekecil apapun diperdengarkan atau dinarasikan. Sayangi diri kita dengan memanfaatkan waktu yang kita terima untuk hal-hal yang tidak memberi manfaat dan bersifat membuang-buang waktu merupakan kebaikan dan langkah bijak, termasuk kami, melakukan tindakan-tindakan ketenaran diri terutama pribadi saya sendiri.
Orang-orang yang bersembunyi dikeramaian adalah mereka yang mengutamakan kualitas diri dari pada pencitraan yang bersifat semu belaka. Mereka, para pereguk ketenaran gagal meyaqinkan diri sendiri seperti hanya saya(tutur guru saya), bahwa banyak orang yang sebenarnya tidak membutuhkan ketenaran mereka, namun mereka lebih tertarik dengan keteladan. Ketika keteladanan sudah nampak, maka banyak hati menceritakan dan mengabarkan tentang keteladanan itu kepada banyak orang meskipun itu jama eah.