Cuplikan Perjalanan Sang Guru Sejati
Tersembunyi dalam dalam, terselubung tanpa bayangan, diam dalam dunia kejam, tertutup rapat oleh kulit kepalsuan. Akankah terus bertahan? Diam tanpa ada balasan. Apakah bisa terus bersembunyi? Tak memperlihatkan jati diri.
Ruang gelap adalah rumah-Nya, hinaan dan cacian adalah musik bagi-Nya. Luka yang selalu menusuk urat nadi, telah bersatu menjadi darah sendiri.
Kapankah semua-Nya akan terhenti? Kapan akan tunjukkan jati diri? Tidak ada yang tahu kapan waktu-Nya, tidak ada yang mengerti akan diri-Nya. Tapi pernah terdengar suatu harapan-Nya pernah terdengar sebuah kalimat diri-Nya “Aku hanya menunggu waktu yang tepat, untuk menunjukkan siapa aku sebenar-Nya” sekali dia berkata seketika itu dunia mulai dalam kendali-Nya. Selama masih ada nafas maka segala-Nya dia libas, selama masih ada nyawa maka dia tak takut akan segala-Nya.