Tentang Kemarin
Mengingat semua kisah tentang kemarin sungguh membuat kami lemah. Kemarin kami lengah, kemarin kami menyerah, kamarin kami pasrah, kemarin kami kalah. Namun, kini kami sadar, kami harus bersabar agar semangat tidak memudar api perjuangan harus tetap berkobar meraih cita-cita mulia, demi mahkota untuk ayah bunda kami untukmulah kami rela. Apapun kami perjuangkan, demi menggapai rahmat dan ridho-Nya
Laa yukallifulloohu nafsan illaa wuseahaa.