Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Hening datang kembali membawa bimbang yang terus menyelimuti. Tidak mengerti atau bahkan tidak peduli dengan semua yang terjadi, mengapa kisah ini terjadi, mengapa dunia seolah membenci dan tidak bersimpati dengan semua yang terjadi dalam seluruh kisah yang terbuat ini. Rasa yang selalu menyatu dengan raga terus menggerogoti jiwa, rasa yang sedang tidak baik-baik saja terus menghantui dengan kebimbangannya. Ketika seluruh dunia mengatakan bahwa apa yang telah terjadi adalah suatu kesalahan, disitu tidaklah ada kesalahan yang bisa kita tentukan dengan apa yang kita lihat dan pahami, karena semua yang bisa kita pahami hanya bisa didefinisikan oleh hati, bukan dari perkataan yang seolah benci dengan sesuatu yang di tetapkan dengan batasan-batasan kesalahan.

Selalu mencoba untuk menjadi bintang dengan harapan bisa menerangi dan berguna bagi seluruh makhluk yang ada, namun terkadang harapan yang selalu terbit hanyalah sebuah angan, yang mencoba untuk selalu bersemangat atas semua yang terjadi dalam kehidupan yang penuh drama dan sandiwara. Apakah semua hanya sebatas satu titik yang membuat harapan terpenuhi karena mereka siap, bukan karena mereka ingin, atau bahkan hanya sebatas awal sampai akhir untuk medefinisikan sesuatu yang sedang berjalan di atas kesandiwaraan yang terjadi. Ntah apa yang sebenarnya terjadi, akan tetapi ada satu hal yang harus di ingat dengan semua yang terjadi, yaitu semuanya akan kembali kepada diri kita dalam hal meyakini. Keyakinan adalah organ fital dalam menjalani kehidupan di dalam sebuah perjalanan, tanpa keyakinan kita akan tersesat di dalam jurang kegelapan yang membuat kita kehilangan arah.

Mungkin disini kita kurang dekat dengan sumber mata air, atau bahkan kita terlalu bodoh dan egois untuk bisa mendekat kepada sumber yang selalu ada dan tidak akan hilang selama-lamanya. Seakan terasa kehilangan sosok dalam diri, hanya dengan sesuatu yang pasti adanya.

Gundah selalu datang ketika fkikiran dan raga tidak bisa berbuat apa-apa. Rasa penyesalan yang terus menghantui keadaan, membuat tidak bisa lagi berjalan di atas pelangi yang sedang datang menghampiri, ingin rasanya seperti samudra yang selalu bisa menerima, walaupun banyak yang memanfaatkannya tanpa menjaganya, bahkan memberi keburukan untuknya.

Wahai angin mengapa engkau selalu setia dengan mereka yang tidak bisa mengerti tentang dirimu, tentang maksudmu, dan tentang tujuanmu. Mereka hanya menganggap engkau pelengakap dalam kehidupan mereka tanpa memikirkan engkau yang selalu melayani mereka, dan bahkan terkadang mereka menganggap engkau bencana yang datang dalam kehidupan mereka.

Wahai pohon mengapa engkau selalu memberi kesejukan dan ketenangan untuk mereka yang hanya membuat kamu terluka. Terkadang kita terlalu sempit untuk bisa memahamai mereka.

3D_group_51722

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post