Pertempuran dalam hidup.
Sebagian dari hidup kita adalah kronik-kronik pertempuran yang sangat besar melawan hawa nafsu kita, yang hendaknya bersemayam dihati kita. Kekalahan atau kemenangan adalah cerita kita, namun sebenarnya kita harus berusaha untuk selalu menang. Kita bisa saja mengalah dalam menang. Kita bisa saja mengalah dalam pertempuran fisik atau dalam perdebatan, namun jangan sekali-sekali mengalah untuk melawan nafsu kita sendiri.
Berat!, ya memang berat, karena nafsu sering bersekongkol dengan nalar kita, untuk menolak kata hati. Orang-orang yang kalah dalam pertempuran melawan hawa nafsu-Nya, akan mengalami sakit bahkan kecacatan dimata diri sendiri juga orang lain. Nafsu adalah musuh terberat kita, perkelahian fisik dan perdebatan kalah secore jauh.
Nafsu harus ditipu, dibohongi, agar kita sebagai pemenangnya. Diantara bentuk-bentuk kekalahan kita oleh nafsu diantaranya adalah kemarahan yang meledak-ledak, kebencian yang mengurat akar, kemalasam yang akut, kesombongan, iri hati, kedengkian, merasa paling benar sendiri, tidak adil, berbuat curang, durhaka kepada kedua orang tua, khianat kepada guru, dan sebagai-Nya. Maka timbanglah perbuatan kita syariat dhohir dan bathin, keduanya dijadikan rujukan agar kita selalu menang dalam pertempuran melawan hawa nafsu kita sendiri.