Memenjarakan sifat keakuan
Merasa hebat, super, istimewa dan berbagai atribut unggul lainnya, adalah salah sifat tercela manusia (buruk). Capaian-capaian prestasi manusia bukan berdiri sendiri, ia merupakan noktaf kecil dalam pandangan Allah. Orang-orang yang terlalu kagum dengan dirinya sendiri adalah mereka yang terperosok dalam kondisi kalupaan, kelalaian dan kepikunan.
Kita lahir ke dunia ini, mendapat potensi dari Allah, kita lahir diperantara ke dua orang tua kita, ini sebagai bukti kita adalah makhluk yang lemah, hina yang sangat bergantung kepada Allah. Setinggi apapun ilmu kita, tetap ‘diatas langit masih ada langit’ setinggi apapun jabatan kita, masih ada yang Maha Raja yang bertahta, sebanyak apapun harta milik kita, ia tetap bagian kecil dari bumi ini.
Keakuan adalah penyakit yang bersifat ruchaniyah yang harus dikikis dengan sungguh-sungguh. Keakuan tidak pantas dimiliki siapapun, termasuk mereka yang tersesat dihutan atau padang sahara. Untuk bisa menjadi manusia yang hakekat-Nya atau yang sesungguh-Nya yang lumrah, maka penjarakanlah keakuan (pengaku-ngaku)kita, keegoan kita, sifat individualitas kita, dan jadilah bagian penting bagi keluarga, teman, tetangga, masyarakat dan semua-Nya niscaya akan kita temui kebahagiaan yang sesungguh-Nya.