Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Belajar kepada siapapun.

Tutur guru kami semua orang itu memiliki buku kehidupan masing-masing, memiliki lika-liku perjalanannya masing-masing, karena dalam sisi setiap orang adalah buku, maka kita bisa membacanya, menulisnya, kita bisa belajar darinya.
Dan setiap kita bertemu dengan makhluk apapun dalam artian semua makhluk, maka bertanyalah dan galilah informasi berbagai sisi kehidupannya, dengarkan dengan seksama, bertanya dan bertanya lagi tentang beberapa hal yang belum jelas dari apa yang ia sampaikan sambil merenungi dalam artian bertafakkur, posisikan kita sebagai seorang murid yang aktif bertanya, dan memposisikan ia sebagai seorang guru dalam bahasa guru kami, guru ngaji alam melihat kauniyah-Nya , itu bagi kami lumayan sulit soal kepekaan rasa kami.
Dan setiap orang memiliki perjalanan belajar, berkarya, berimajinasi serta segala hal yang berkaitan dengan perjalanan hidup, maka bila bertemu dengan apapun, siapapun itu (mereka) jadikanlah kita sebagai reporter yang sedang mewancara si narasumber, dengan begitu kita akan memperoleh banyak informasi, panen informasi dan bebagai aneka ilmu kehidupan yang kita sadap rasakan dari pengalaman hidup narasumber tersebut.

Setiap bertemu dengan semua makhluk, posisikan kita sebagai seorang peneliti yang mengajukan berbagai pertanyaan kepada para responden yaitu alam, gali dan terus gali berbagai informasi yang kita butuhkan untuk menambah pengetahuan, wawasan bahkan keilmuan kita dari semua makhluk tersebut.
Belajar kepada siapa pun, maka akan kita temukan sisi-sisi keunikan, keunggulan, kekhasan dan humanitas dari banyaknya makhluk. Semakin sering kita berkomunikasi, berdialogan, mengenal dan belajar dari banyaknya makhluk, maka sebenarnya kita semakin sering mengintregasikan sifat-sifat arif, bijak, mederat dan toleran pada diri kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post