Madrasah kehidupan.
Di madrasah kehidupan seseorang akan melewati perjalanan dengan penuh warna, kami pun juga dalam fase seperti itu dengan mengalami berbagai ragam ujian, goncangan, dan cobaan. Orang-orang yang slalu hidup dalam suasana kenyamanan, biasanya kurang bahkan tidak peka terhadap kejadian, fenomena, dan realitas lingkungannya, berbeda dengan kami orang- orang yang telah memasuki madrasah kehidupan dengan intens, lama dan istiqomah, yang insyaAllah dikaruniai kepekaan dan sensivitas yang mumpuni.
Madrasah kehidupan banyak berisi onak dan duri, lapar dan penderitaan, tidak jarang disepelekan, diremehkan, dihina, dipermalukan, bahkan difitnah oleh orang-orang yang melihat dengan kacamata dhohir atau kulit semata.
Orang-orang yang hanya melihat kulitnya belaka, kalau belum tahu ilmunya, maka enggan dengan buah duren, berbeda dengan yang sudah tahu ilmunya, sudah mengenali bahwa buah duren adalah rajanya buah dan buah ter enak rasanya, tentunya kami juga sangat menyukainya.
Orang-orang yang masuk kemadrasah kehidupan akan serius belajar menempa diri dengan melembutnya hatinya, selalu belajar ikhlas, syukur, menyayangi, mengasihi dan mencintai. Juga menghindari dari sifat-sifat tercela seperti hanya seorang mudah marah, pendendam, pembenci, iri, dengki, pemalas, dan juga sifat tidak terpuji lainnya.
Orang- orang yang masuk kemadrasah kehidupan ketika menghadapi masalah slalu dengan jiwa yang tenang dan tetap menjaga kejernihan akal, nalar, otak. Para penempuh madrasah kehidupan cenderung menghindari ketenaran, mendahulukan kemanfaatan, menghindari kemadhorotan, bersikap adil, memiliki kepekaan hati sosial yang tinggi, mudah diajak berkomunikasi dan suka mendengarkan.