Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Seperti biasa kami mengerjakan tugas yang diberikan dari guru kami, kami menjalan kan dengan tuma’ninah, istiqomah dan juga melatih mengontrol nafsu kami sendiri. Yang biasanya kami dirumah senang-senang dengan teman-teman, sekarang tidak! ,sekarang kami harus fokus ke satu titik yaitu masa depan kami/masa kesuksesan kami yang ada didepan kami sekarang ini agar cerah, saat kami tersenyum bukan berarti hidup ini telah sempurna. Tapi itu hanya sebagian cara untuk bersyukur menikmati hidup.

Seiring berjalannya waktu detik demi detik kami lewati dan juga sedikit demi sedikit kami rasakan, merasakan apa? ,merasakan apa arti belajar/ilmu yang sesungguhnya yang guru berikan kepada kami.

Jikalau kami belajar agama menggunakan pandangan mata kami, maka yang kami lihat hanyalah huruf-hurufnya, jikalau kami belajar agama menggunakan akal fikiran kami, maka yang kami temukan sebuah pengetahuan, jikalau kami belajar agama menggunakan hati, maka yang kami rasakan indahnya kasih sayang dan cinta yang suci, dan jika kami belajar agama menggunakan jiwa, maka yang akan kami ketahui siapa pemilik sang agama dan ilmu yang sesungguhnya.

Wa li kulli syakhsin nadzrotuhu, falaa tath eab nafsaka lituchsina in~dal aakhoriina (dan pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing-masing, maja tak usah berlelah-lelah agar tampak baik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post