Dalam langkah awal saya mengambil langkah pertama dengan belajar tata krama/adab, perilaku kepada siapa saja, terutama kepada para sesepuh/para guru( Ta’dzim ). Karena saya sebelum-Nya juga pernah mondok dan sebagian kitab yang telah dikaji.
Dengan seiring berjalan-Nya waktu saya pun teringat akan salah satu kitab, kitab yang pernah di kaji saya, kitab tersebut yaitu Ta’limul Muta’alim yang membahas tentang Adab seorang guru dan murid, pesan dari guru saya, ustadz-ustadz saya didalam kitab Ta’limul Muta’alim sudah dijelaskan “Al Adabu Fauqol Jami'” adab itu lebih tinggi daripada segala-Nya. Dan akhir-Nya saya pun sedikit-sedikit belajar menjalankan,melaksanakan akan semua perintah, semua pesan dari guru saya dengan manah(niat hati) ikhlas, ridho lillahi ta’ala dengan semangat yang membara, dengan tekad keyaqinan yang kuat dan kemantapan hati yang tinggi.
Dikemudian hari si saya berkhalwat, bertafakkur, bertaqorrub dikamar dengan wasilah seorang guru “Jikalau bukan karena pendidik (guru), maka aku tidak akan mengenal Tuhanku (Allah Azza Wa Jal)”
LAULAL MUROBBII MAA ‘AROFTU ROBBII.