Dua cahaya
Yang dhohir dan bathin, kedua-Nya memiliki potensi cahaya, dengan kapasitas tertentu . Orang-orang yang mengarungi dunia dhohir dengan ke earifan dan kebijakn, maka bagi-Nya akan mendapat limpahan cahaya. Demikian juga orang-orang yang mengarungi dunia bathin dengan kesadaran dan ketulusan, maka bagi-Nya akan mendapat limpahan cahaya.
Ada orang-orang yang mengarungi kedua dunia tersebut dengan ketenangan dan sinergis, maka mereka memperoleh dua cahaya sekaligus. Kita harus menghindari berburuk sangka kepada orang-orang yang mengarungi dunia dhohir maupun dunia bathin, sebab dengan begitu kita tidak salah menilai mereka.
Kalau dunia dhohir tak ubah-Nya alam semesta yaitu bumi, maka dunia bathin adalah langit. Kalau dunia dhohir adalah wadah maka dunia bathin adalah isi-Nya. Adapun orang-orang mengarungi kedua dunia tersebut, ia memperoleh kesempurnaan dari dua cahaya yang mereka peroleh, penyatuan dua cahaya tersebut dapat menerangi diri-Nya dan orang sekitar-Nya, dapat menghimpun dua sudut menjadi busur dan mereka dapat menempatkan anak panah untuk dilepaskan ke suatu tujuan dengan tepat sasaran. Dua cahaya adalh penyatuan dua keelokan sekaligus yang mewujud dalam profil yang bernama cinta atau machabbah.