Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Jejak sang bijak

Banyak orang datang dan menemui sang bijak, untuk memandang wajah-Nya, bersalaman, meminta doea-Nya , mendengar cerita-ceritanya, meminta nasehat-Nya, meminta solusi, meminta kenangan misal seperti meminta nama untuk anak-Nya yang baru lahir, dan meminta fatwa-Nya. Mereka juga bernuru informasi tentang perjalanan dan jejak sang bijak, dengan harapan dengan harapan agar bisa mengikuti laku-Nya atau bisa dikatakan dengan suluk-Nya.

Sang bijak adalah mereka yanwa mendapat anugrah kamulyaan, kebijakan’ ke earifan, keluhuran dan keistimewaan dari Tuhan yang Maha Mulia. Sang bijak tidak hanya belajar tetapi menjalani laku atau suluk-Nya(lika-liku) kehidupan, dalam diri-Nya menyatu ilmu dan laku, sehingga membentuk pelangi yang indah dan menawan yang bersemayam diruang bathin, jiwa dan hati-Nya.

Jejak sang bijak akan terus diburu dan diceritakan oleh zaman dan para penghuni-Nya. Jangan biarkan diri kita tidak meminum air kedahagaan dari sang bijak, jangan biarkan diri kita tak meneguk madu kehidupan dari sang bijak, jangan biarkan diri kita tidak meneguk jamu kehidupan dari sang bijak, jangan biarkan diri kita tidak menjadi murid dari sang bijak adalah guru agung, guru pembimbing utama, guru-Nya para guru, dia adalah guru kehidupan, guru sejati, guru hakikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post