Guru Pembimbing
Sedari kecil oleh orang tua kiya, kita telah dikenalkan narasi-narasi sederhana tentang benda- benda yang bercahaya seperti matahari, bulan dan bintang. Kita juga dikenalkan benda lain yang bercahaya yaitu api, lampu, senter, korek, lampu kendaraan dan lain-lain, yang untuk benda- benda ini harus dibantu energi dan aktivitas kita untuk menyalakannnya. Cahaya berfungsi menerangi dalam kegelapan.
Dikeseharian hidup kita, sangat lekat dan sangat butuh kehasiran sumber-sumber cahaya tersebut. Sehari semalam kita tanpa mendapatkan cahaya, maka sungguh kita menghadapi kerepotan yang luar biasa, bahkan kita bisa saja menyebutnya kiamat sughro. Cahaya adalah penanda hidup kita, semangat kita, kerja keras kita, dan kegembiraan kita.
Kita adalah segolongan manusia yang mendapat bekal potensi dari Allah yang maha kuasa, namun kita juga manusia yang didalam diri kita ada kekuatan nafsu yang mengajak kepada perbuatan-perbuatan buruk, maksiat dan juga terkutuk. Diluar diri kita ada orang lain dan lingkungan yang sebagian-Nya adalah orang-orang berprasangka baik kepada kita,dan juga sebagian yang orang-orang yang menilai kita dengan berprasangka buruk mereka.
Penting bahkan keharusan bagi kita, dalam menghadapi realitas, tantangan, dan cobaan hidup untuk mencari dan menemukan guru pembimbing yaitu guru yang dapat membimbing bathin, jiwa dan hati kita untuk selalu dijalan yang dirahmati, diberkahi, dan diridhoi Allah yang maha mulia. Guru pembimbing adalah seseorang yang didalam hatinya tersimpan akan cahaya-cahaya yang amat sangat terang seperti hanya matahari, rembulan dan bintang.