Seketika ada seseorang yang terkenal dengan kedablekannya atau yang biasa kita kenal dengan kenakalannya yaitu saya sendiri, dari kenakalan saya entah kenapa dengan sendirinya saya sendiri menjadi punya tekad dari lubuk hati paling dalam, niat untuk membenahi diri saya agar menjadi yang lebih baik(fase bingung), sampai saya sempat bertanya dengan diri saya sendiri, apakah saya sudah kenyang, bosan dengan kadablekan saya lakukan selama ini? jawaban dari lubuk hati paling dalam saya berkata iya dan masih ada tambahan bagi saya sendiri itu karena dari ridho ALLAH, karena hidayah ALLAH dan juga karena syafaatnya ALLAH.
Dikemudian hari demi hari saya lewati dengan fase bingung tadi dengan bermuhasabah diri dengan penuh kesabaran keikhlasan,dengan seiring berjalannya waktu tiba-tiba saya mempunyai inisiatif,berfikir dengan cara apa agar saya bisa berubah menjadi yang lebih baik, dan dengan berjalannya waktu itu pun, alam juga ikut menjawab Alchamdulillah saya sudah mempunyai jawabannya yaitu dengan cara Berhijrah, yang tadinya saya nakal ingin menuju diri saya agar menjadi yang lebih baik dengan cara mondok. Tanpa basa-basi akhirnya saya pun langsung berangkat kepondok bersama adik saya keponakan.
Pondok tersebut terletak di Maguwan, Sambit, Ponorogo, Jatim (PSTC) Pondok Suluk Thoriqoh Chayat Daarul Muchibbiin. Alchamdulillahnya saya tadi itu pas juga di Acara pembukaan pondok tersebut atau yang kita kenal dengan masa babat yg diasuh langsung oleh beliau Abi Muchammad Wachyuddin bin Salim. Pada tanggal 02 February 2022/30 Jumadil Akhir 1443 H.