Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Dikala hari ini kami merasakan pelajaran komputer yg kami jalankan dari sisi dhohirnya maupun bathinnya dengan rutinitas rutin serutin-rutinnya dalam artian sedikit demi sedikit dengan rasa, yang biasa kami sebut-sebut dengan peka.
Si guru memberi pertanyaan kepada kami, tutur guru kami “murid-murid bagaimana cara kita mendapatkan menemui kebahagiaan itu dengan haqiqi, maksudnya kapanpun, bagaimanapun keadaannya kita bisa menerima dengan lapang dada(syukur)dengan segala keadaan kita merasakan yang namanya bahagia?”
Tentunya kami berfikir bahagia itu senang, ucap guru kami “senang yang bagaimana maksudnya” semakin mendalam pertanyaan guru kami, kami juga bingung dengan pertanyaan itu (minder)ujar si guru kami “hayo coba yang bagaimana (sambil tersenyum)”
Kami bingung, tutur guru kami “kebahagiaan yang haqiqi itu dapat kita temui dengan kepekaan si hati, dan kabagiaan itu tidaklah sama dengan kesenangan malahan kesenangan itu bisa jadi menjerumuskan kita(ta-malu tadriku bi khusnudzonni/berfikirlah (jernih, murni) maka niscaya akan engkau temukan(ilmu) dengan khusnudhon. Dan belajar memantapkan hati, meyaqinkan hati”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post