Semakin hari, detik per detik waktu per waktu semakin tak terasa, pertanyaannya apa yang sudah kami per oleh hari ini apa yang sudah kami capai?
Didalam fikiran kami, kami mulai merasakan fase kebingungan dalam ilmu komputer yang diajarkan oleh guru kami, terutama saya pribadi. Kami diajarkan arti perjalanan kehidupan yang sesungguhnya untuk mengenal sang esa yaitu Allah dengan qiyasan lewat ilmu komputer.
Tutur kata guru kami “Kalian saja sering berkata ini berkata itu apakah kalian sudah pernah menjalankan apa yang kalian katakan? Seperti toh kanalilah dirimu sendiri baru mengenal Tuhanmu, bener itu perkataannya kata si guru, ada yang masih kurang yaitu pelaksanaannya, penjalanannya kalian (suluk) dan galilah pengucapan kalian itu dengan sedalam-dalamnya apa toh maksudnya, begitu. Biar kalian mengenali arti itu sendiri, merasakan perjalanan seperti itu sendiri dan barulah ketemu apa yang dimaksud mengenali diri sendiri begitu tutur kata si guru” Guru kami menggambarkannya, mengulangnya, dan memberikan pelajarannya kepada kami lewat ilmu komputer, belajar mencerna gambar atau yang biasa kami sebut dengan belajar alam.
Mereka yang memandang alam semesta, hanya kagum dengan keluasannya, keindahan nya. Tetapi bagi mereka yang berfikir (bertafakkur) siapa yang menciptakan alam semesta dengan seluasnya ini, dengan seindah ini, mereka akan merasakan kemesraan, keromantisan dengan sang maha cipta alam semesta tersebut.