Latest Post

Harapan Peperangan Didalam Jiwa

Hari ini belum ada yang harus kita pelajari kecuali renungan diri sendiri yang tak bisa di pungkiri.

Rasa mulai datang dengan derasnya,seakan menerjang bagai badai yang tak ada hentinya. Gemerlapnya malam terus mencekam, hingga mengikis pandangan yang ada. Pohon-pohon mlulai membisu serta di iringi lantunan suara-suara yang sangat merdu,dari makhluk-makhluk tuhan yang selalu menghiasi malam yang syahdu.

Yaa Rabb, rasa yang sangat mengganggu ,berilah petunjukmu walau kayu sudah menjadi abu. Ingin rasanya berjalan ,tpi tak punya kaki. Ingin rasanya berhenti tapi tak cukup kuat untuk menghadapi. Pahit terasa manis ,manis terasa pahit,asam terasa asin,asin terasa asam. Mungkin hanya lautan yang mengerti ketika daratan sudah mulai membenci .

Bintang sedikit demi sedikit mulai terlihat di angkasa. Rasa yang selalu terbawa menghiasi perjalanan hingga tak ada hentinya. sunyi yang selalu menemani sampai fajar menanti. Tak ada yang paling mengerti kecuali sang ilahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post